What Is Volume, Apa Itu Volume 3

Apa itu Volume?

Volume perdagangan cryptocurrency merupakan salah satu metrik fundamental untuk mengukur aktivitas pasar dan sentimen.

Volume perdagangan suatu koin atau token menggambarkan seberapa banyak aset tersebut diperjualbelikan dalam periode tertentu, umumnya dihitung dalam 24 jam.

Artikel ini akan membahas pengertian volume dalam perdagangan, dampaknya terhadap efisiensi pasar, kaitannya dengan likuiditas, serta bagaimana volume dapat memandu keputusan trading Anda dengan efektif.

Poin Penting:

Show


Definisi Volume dalam Cryptocurrency

Volume perdagangan cryptocurrency mengukur jumlah total aset digital yang berpindah tangan (dibeli atau dijual) dalam rentang waktu tertentu.

Banyak situs kripto dan bursa menampilkan volume perdagangan 24 jam sebagai indikator yang membantu trader dan investor menilai seberapa likuid suatu pasar dan tingkat minat partisipan terhadap aset tersebut.

Volume perdagangan yang tinggi biasanya mengindikasikan partisipasi pasar yang kuat, spread (selisih) bid-ask yang lebih ketat, serta memudahkan trader untuk masuk dan keluar dari pasar.

Di sisi lain, volume yang rendah bisa menjadi peringatan atas likuiditas yang kurang, potensi inefisiensi harga, atau minat pasar yang belum optimal terhadap aset tertentu.

1. Volume vs Likuiditas

Untuk memahami apa itu volume secara praktis, volume didefinisikan sebagai total keseluruhan perdagangan yang telah direalisasikan dalam rentang waktu tertentu (misalnya, 24 jam).

Artinya, volume menunjukkan berapa banyak koin atau token yang benar-benar berpindah tangan.

Sementara itu, likuiditas mengindikasikan seberapa cepat dan mudah suatu aset dapat dibeli atau dijual tanpa mempengaruhi harga secara signifikan.

Meskipun keduanya sering berkorelasi (volume yang tinggi biasanya mengindikasikan likuiditas yang juga tinggi), volume dan likuiditas tidaklah sama.

Volume mencerminkan perdagangan nyata yang terjadi, sedangkan likuiditas berkaitan dengan kedalaman order book (aset yang tersedia untuk diperdagangkan di setiap level harga).

2. Pentingnya Volume 24 Jam

  • Potret Aktivitas Pasar Harian: Pada volume perdagangan 24 jam akan tampak gambaran minat terhadap suatu koin.
  • Sinyal Permintaan: Lonjakan volume perdagangan dapat mengindikasikan peningkatan permintaan (atau pasokan), sebagai petunjuk pergerakan harga jangka pendek.
  • Memfasilitasi Penemuan Harga: Banyaknya partisipan pada suatu pasar, maka stabil. Pasar dengan volume rendah rentan manipulasi dan fluktuasi harga.

Dampak Volume terhadap Efisiensi Pasar dan Likuiditas

Ethereum Volume
Ethereum Volume via Tradingview, 2025

Volume umumnya menggambarkan sehatnya suatu pasar. Ketika volume tinggi, pasar untuk cryptocurrency tersebut umumnya menjadi lebih efisien.

Volume yang tinggi perdagangan dapat berlangsung dengan cepat, dan harga lebih cenderung mencerminkan permintaan dan penawaran nyata.

1. Harga yang Lebih Adil

Volume yang tinggi mengurangi kemungkinan terjadinya distorsi harga karena meminimalisir situasi dimana hanya beberapa transaksi yang menentukan harga pasar.

2. Pengurangan Slippage

Dengan volume yang tinggi dan likuiditas yang lebih baik, trader dapat mengeksekusi order besar dengan dampak harga yang minimal.

3. Peluang Arbitrase Potensial

Di pasar dengan volume rendah, koin yang sama dapat diperdagangkan dengan harga yang sangat bervariasi pada bursa yang berbeda.

Perbedaan ini akan dieksploitasi dengan membeli di bursa dengan volume rendah secara murah, dan kemudian menjual dengan harga lebih tinggi di bursa yang lebih ramai.


Menggunakan Volume sebagai Indikator Trading

Salah satu prinsip utama analisis teknikal di dunia kripto adalah bahwa volume dapat mengonfirmasi atau menyangkal pergerakan harga.

Trader sering mengintegrasikan analisis volume dengan pola grafik, level support/resistance, dan indikator lain untuk membuat keputusan yang lebih tepat.

1. Konfirmasi Arah Tren

Saat harga menembus level resistance atau jatuh di bawah support, pertanyaan yang muncul adalah: apa sebenarnya volume mengisyaratkan?

Lonjakan volume yang menyertai pergerakan tersebut mengonfirmasi bahwa pergerakan tren tersebut adalah nyata.

Breakout dan Breakdown

Jika misalnya Bitcoin berhasil menembus resistance penting dengan volume yang jauh lebih tinggi daripada biasanya, hal ini menunjukkan keterlibatan lebih banyak trader sehingga meningkatkan validitas breakout tersebut.

Reversal

Jika volume mulai menurun namun harga terus bergerak ke suatu arah, hal ini bisa menjadi sinyal bahwa tren yang sedang berjalan mulai melemah dan potensi pembalikan harga mungkin akan terjadi.

2. Mengidentifikasi Sentimen Pasar

Volume juga dapat menjadi alat ukur sentimen pasar, baik dalam kondisi bullish maupun bearish.

Sentimen Bullish

Peningkatan mendadak dalam volume selama tren naik menunjukkan kehadiran pembeli baru yang masuk secara agresif, memperkuat momentum kenaikan harga.

Sentimen Bearish

Lonjakan volume saat harga turun bisa menandakan terjadinya panic selling atau masuknya penjual besar. Jika volume tetap tinggi, hal ini bisa mendorong harga turun lebih jauh.

3. Dinamika Volume dan Likuiditas

  • Volume Tinggi → Likuiditas Tinggi: Pasar dengan volume tinggi biasanya melibatkan lebih banyak partisipan, memiliki spread bid-ask yang lebih ketat, dan mengurangi risiko slippage.
  • Volume Rendah → Risiko Manipulasi Harga: Di pasar dengan volume rendah, beberapa transaksi besar (sering disebut “whale” trades) dapat memicu pergerakan harga yang signifikan, menciptakan kondisi yang lebih berisiko bagi trader kecil.

Indikator Technical Analysis Berdasarkan Volume

Para trader kerap menggunakan indikator khusus untuk mendapatkan perspektif yang lebih mendalam mengenai tren volume, breakout, dan sentimen pasar. Berikut dua indikator yang paling populer:

1. On-Balance Volume (OBV)

Dalam analisis teknikal, On-Balance Volume (OBV) menyediakan total kumulatif yang dihitung dengan menambahkan atau mengurangkan volume perdagangan harian berdasarkan pergerakan harga.

  • Tujuan: Membantu mengidentifikasi apakah pasar didominasi oleh pembeli atau penjual.
  • Penggunaan: Ketika OBV menunjukkan pergerakan yang berbeda dibandingkan dengan harga, hal ini dapat mengindikasikan perubahan tren yang akan datang.

2. Money Flow Index (MFI)

Oscillator ini berkisar antara 0 hingga 100 dan menggabungkan data volume serta harga untuk mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold.

  • Overbought (80 atau lebih tinggi): Menunjukkan bahwa volume pembelian mungkin sudah mencapai puncaknya, sehingga koreksi harga ke bawah bisa segera terjadi.
  • Oversold (20 atau lebih rendah): Menandakan bahwa tekanan jual sedang mencapai ekstrem, dan potensi rebound harga bisa mengikuti.

Perubahan Regulasi yang Mempengaruhi Volume Perdagangan di 2024

Perkembangan regulasi seringkali memicu pergeseran volume perdagangan secara langsung. Berikut ini, adalah perubahan regulasi di 2024 yang mengubah struktur pasar:

Pengawasan Lebih Ketat terhadap Lembaga Broker Utama

Misalnya, pada pertengahan 2024, beberapa bursa besar mulai mewajibkan informasi detail dari klien broker utama (termasuk pemegang sub-akun).

Hal ini dapat mempengaruhi jumlah transaksi apabila pemain besar lebih memilih bursa yang memiliki regulasi sesuai dengan tingkat kenyamanan mereka.

Potensi Larangan atau Persetujuan

Pengumuman dari pemerintah atau badan regulasi dapat memicu masuknya partisipan baru ke pasar (jika regulasi mendukung).

Di sisi lain, itu juga bisa membuat trader mundur (jika regulasi terasa terlalu ketat). Kedua hasil tersebut tercermin dalam perubahan volume perdagangan.


Strategi Trading Berdasarkan Volume

Meskipun tidak ada formula universal untuk strategi trading terbaik, pendekatan berbasis volume dapat memberikan kejelasan dan konfirmasi yang penting:

1. Mengamati Breakout dengan Lonjakan Volume

  • Volume Tinggi pada Saat Breakout: Jika sebuah koin menembus resistance yang telah lama terbentuk dengan volume yang tinggi, hal ini sering menjadi sinyal yang baik untuk posisi long (beli).
  • Breakout yang Gagal: Jika harga mencoba menembus resistance namun volume tetap rendah, sebaiknya berhati-hati—pergerakan tersebut mungkin tidak berkelanjutan.

2. Memantau Divergensi Volume

  • Harga Naik, Volume Turun: Ini bisa menjadi indikasi bahwa tren naik sedang melemah.
  • Harga Turun, Volume Turun: Menunjukkan potensi perlambatan tekanan jual, yang dapat menandakan bahwa harga sudah mendekati titik terendah.

3. Mengombinasikan Volume dengan Indikator Lain

Para trader sering mengombinasikan sinyal volume dengan:

  • Moving Averages: Lonjakan harga yang menembus rata-rata pergerakan 50 atau 200 hari dengan volume di atas rata-rata dapat menguatkan sinyal bullish.
  • Pola Candlestick: Jika pola bullish seperti hammer atau engulfing muncul bersamaan dengan volume yang kuat, hal ini akan menambah kredibilitas potensi pembalikan tren.

Pasar Volume Rendah vs. Pasar Volume Tinggi

Quarterly Btc Trade Volume
Quarterly Bitcoin Trade Volume by Kaiko Research, 2023

1. Bursa dengan Volume Rendah

  • Peluang Arbitrase: Jika suatu bursa menawarkan harga rendah untuk suatu koin karena kurangnya minat beli, ada kemungkinan seseorang membeli dengan harga murah dan menjualnya di bursa yang lebih ramai dengan harga tinggi.
  • Waspada bagi Trader: Volume rendah dapat menimbulkan risiko apabila Anda harus melepaskan posisi besar; selisih (spread) antara bid tertinggi dan ask terendah mungkin terlalu lebar.

2. Bursa dengan Volume Tinggi

  • Penetapan Harga yang Efisien: Keterlibatan trader yang lebih banyak biasanya menghasilkan harga yang lebih adil, karena tidak ada satu transaksi pun yang dapat memanipulasi harga secara drastis.
  • Pengurangan Slippage: Trader dapat mengeksekusi order besar tanpa mempengaruhi harga secara signifikan.

Lonjakan Volume, Tren, dan Peristiwa Berita

Friend.tech Token Volume
Friend.tech Token Volume by Kaiko Research, 2024

Volume sering merespons secara tajam terhadap berita besar—pengumuman regulasi, kesepakatan kemitraan, atau perubahan ekonomi global.

  • Berita Positif: Perkembangan yang tidak terduga dan positif dapat memicu lonjakan volume beli.
  • Berita Negatif: Tindakan regulasi yang ketat, peretasan bursa, atau data ekonomi yang kurang menguntungkan dapat dengan cepat meningkatkan volume jual.
  • Memahami Reaksi Pasar: Jika Anda melihat lonjakan volume secara tiba-tiba tanpa adanya berita yang jelas, perhatikan dengan seksama kemungkinan adanya manipulasi “whale” atau spekulasi yang tidak biasa.

Memahami Volume Sebagai Indikator Pasar

What Is Volume, Apa Itu Volume 2

Secara keseluruhan, volume tidak boleh dianggap sebagai satu-satunya patokan mutlak dalam analisis pasar.

Pemanfaatan Volume sebagai indikator harus dilengkapi dengan riset fundamental dan pemantauan sentimen pasar.

Meskipun volume dapat mengonfirmasi tren, volume juga dapat dipengaruhi oleh berita mendadak, perdagangan institusional besar, atau perubahan regulasi.

Volume mendasari likuiditas, memengaruhi proses penemuan harga, dan dapat memvalidasi maupun menyangkal indikator teknikal lainnya.

Seperti halnya indikator trading lainnya, kunci utamanya adalah menggunakan analisis volume sebagai salah satu bagian dari keseluruhan strategi pengambilan keputusan.

Oleh karena itu, memahami konsep apa itu volume adalah hal penting dalam perdagangan kripto, yang mencerminkan keyakinan dan partisipasi para pelaku pasar.


Pertanyaan Terkait:

Apa itu volume dalam trading?

Volume dalam trading mengacu pada jumlah total aset (seperti saham atau cryptocurrency) yang diperjualbelikan dalam suatu periode waktu tertentu. Volume merupakan indikator penting yang menunjukkan tingkat aktivitas pasar dan seberapa likuid aset tersebut.

Apa itu volume transaksi?

Volume transaksi merupakan ukuran dari total jumlah perdagangan yang terjadi dalam suatu interval waktu, mencakup semua transaksi beli dan jual. Angka ini membantu mengidentifikasi seberapa banyak minat dan partisipasi pasar dalam suatu aset.

Apa itu volume 24h?

Volume 24h adalah total volume perdagangan yang terjadi dalam 24 jam terakhir. Indikator ini sering digunakan untuk memberikan gambaran cepat mengenai aktivitas pasar harian, mengungkapkan fluktuasi permintaan, serta menilai likuiditas aset dalam jangka pendek.